Friday, November 17, 2017

Tutorial Gitlab : Cara Mudah Push File

View Article

Sebelumnya aku udah pernah share Tutorial Gitlab : Cara Push File ke Repository. Sebenarnya masih ada beberapa cara untuk push file ke Gitlab. Simak beberapa cara mudah push file ke GitLab dibawah ini :

Saya bagi menjadi 2 kondisi saja, pertama push ke New Repository kedua push ke Existing Folder / Folder yang sudah dibuat.

New Repository

Pastikan kalian sudah masuk ke halaman ini dulu, agar bisa lanjut ke step berikutnya.

Kemudian open software Git Bash kalian (jika belum bisa cek disini) masukkan perintah seperti dibawah ini 
git --global user.name "username_kalian"
git --global user.email "email_kalian"
Jika sudah, masuk ke directory dimana kalian ingin mengclone foldernya, contoh c:/xampp/htdocs. Maka ketikkan perintahnya di Git Bash 
cd c:/xampp/htdocs/
git clone https://gitlab.com/latihan-rezkycpp/contoh1.git
Maka di folder tersebut akan muncul folder baru dengan nama contoh1, nah jika sudah ada foldernya tugas kalian adalah memasukkan file apa saja yang ingin di push ke dalam folder baru tersebut misalkan pada tutorial kali ini saya memasukkan file rezkycpp.txt

Maka ketik perintah berikut di Git Bash kalian 
  cd contoh1
  touch rezkycpp.txt
  git add rezkycpp.txt
  git commit -m "isi pesan bebas"
Jika perintah yang kalian ketik benar semua tidak ada pesan error, maka selanjutnya tinggal push saja dengan perintah
git push -u origin master 

PUSH KE EXISTING FOLDER

Hampir mirip seperti diatas, namun disini kondisinya kalian sudah membuat sebuah folder serta isinya yang siap di push ke repository gitlab.

Pertama kalian open Git Bash kemudian change directory ke directory punya kalian dengan perintah
cd c:/xampp/htdocs/latihan1
Pastikan foldernya sudah berisi file - file yang ingin di push, jika folder masih kosong akan terjadi error di step selanjutnya. Jika sudah ketikkan perintah - perintah berikut ini :
  git init
  git remote add origin https://gitlab.com/latihan-rezkycpp/contoh1.git

  git add .
  git commit -m "isi pesan bebas"
Jika perintah yang kalian masukkan benar semua maka akan seperti gambar diatas ini, tidak ada pesan error. Barulah kalian bisa push filenya dengan perintah :
git push -u origin master
Dan file sudah berhasil di push, cek repository kalian

Sekian tutorial kali ini semoga tidak ada yang bingung lagi, jika masih bingung bisa hubungi saya melalui kotak komentar dibawah atau langsung pm saja. 

Monday, November 13, 2017

Pengenalan HTML 5

View Article
html 5

Belajar HTML5, bagi teman - teman yang mengambil mata kuliah Desain dan Pemrograman Web pasti kalian akan menjumpai dan kenal dengan HTML5 atau hypertext markup language 5. HTML5 sendiri merupakan versi terbaru dari HTML dan merupakan bahasa pemrograman web. Hampir semua website yang kita kunjungi sudah menggunakan HTML5.

Apa perbedaan html dengan html5 ?

Sebenarnya lebih tepat jika disebut apa fitur apa saja yang ada di html, karena html dan html5 merupakan suatu bahasa yang sama namun di html5 sudah kembangan dan diperbarui. Untuk mengidentifikasi apakah suatu website menggunakan html5 sangatlah mudah, kita tinggal liat coding yang digunakan website tersebut jika ada syntax <!DOCTYPE html> maka dapat dipastikan website tersebut menggunakan html5.

Dalam html5 sendiri ada beberapan elemen tambahan yang tidak ada di html sebelumnya seperti :
  • Semantic Elements [<header>, <footer>, <article>, <section>]
  • Attributes of Form Elements [number, date, time, calendar, range]
  • Graphics Elements [<svg> and <canvas>]
  • Multimedia Elements [<audio> and <video>]
Dan API atau Application Programming Interfaces berupa :
  • HTML SSE
  • HTML Web Workers
  • HTML Application Cache
  • HTML Local Storage
  • HTML Drag and Drop
  • HTML Geolocation
Dan ada juga beberapa elemen yang dihapus di html5 ini seperti :
  • <acronym>
  • <applet>
  • <basefont>
  • <big>
  • <center>
  • <dir>
  • <font>
  • <frame>
  • <frameset>
  • <noframes>
  • <strike>
  • <tt>

Wednesday, November 8, 2017

Download Modul Lengkap Metode Numerik PDF

View Article
numerical method
Download modul lengkap Metode Numerik pdf
special thanks to "http://umardanny.com/materi-kuliah/"

  • Taylor Series dan Galat Analysis (Numerical Series)
  • Metode Biseksi (Solusi Persamaan Non Linier)
  • Metode Regula Falsi
  • Metode Newton Raphson 
  • Metode Secant
  • Gauss Siedel Method (Simultaheous Linear Equations)
  • Gauss Pivot Elimination Method
  • Interpolation (Numerical Methods)
  • Approximation
  • Integral
  • Integral Trapesium (Trapesoid Rule – Numerical Method)
  • Integral Simpson (Metode Numerik)
  • Integral Romberg

Sunday, November 5, 2017

Tutorial Gitlab : Cara Push File ke Repository

View Article
Tutorial Gitlab : Cara Push File ke Repository

Sesuai permintaan teman - teman, tutorial untuk tugas praktikum web tentang Tutorial GitLab : Cara push file ke repository gitlab. Simak baik baik ya, jika masih kurang paham dan sejenisnya bisa langsung menghubungi contact person yang tertera.

Requirements :

  1. PC yang terkoneksi dengan internet
  2. Software Git bisa didownload disini / click here /
  3. Sudah memiliki akun GitLab.
  4. Niat dan doa.
Tutorial Push file ke repository GitLab

Login ke akun GitLab kalian dan klik Groups sesuai perintahnya kalian harus push file ke sub-group

klik group

Jika sudah masuk di groups, klik tanda panah hitam kecil untuk expand sub-groupnya, dan pilih modul3-gitlab-xampp.

sub-groups

Maka kalian akan masuk ke page seperti dibawah ini, disini kalian harus membuat New Project. Silahkan klik button hijau!

new project

Isikan project name sesuai ketentuan praktikum t0_16102065, yang lain biarkan default saja langsung klik button Create Project.

create new project

Sekarang buka software Git Bash yang sudah di install tadi, masukkan perintah seperti dibawha ini, sesuaikan sendiri "username" dan "email" nya.


Selanjutnya ketikkan perintah cd C:/xampp/htdocs, sesuaikan dimana kalian lokasi xampp kalian. Kemudian copy https projectnya contoh :

https://gitlab.com/dpwganjil2017/kelas-B/modul3-gitlab-xampp/to_16102065

Untuk https tersebut bisa diliat dibrowser kalian ya ...


Kembali lagi ke software GitBash kalian dan ketikkan perintah :
git clone https://gitlab.com/dpwganjil2017/kelas-B/modul3-gitlab-xampp/to_16102065

Jika benar maka akan seperti gambar dibawah ini :


Jika sudah masuk ke xampp -> htdocs maka akan ada muncul folder baru hasil cloning tadi seperti gambar dibawah ini


masuk ke folder baru tersebut buat new file document yang isinya jawaban soal yang ada di modul praktikum, save dengan nama jawaban.txt


Selanjutnya kembali lagi ke Git Bash masukkan perintah git add jawaban.txt lalu commit dengan perintah git commit -m "[bebas isi apa aja]".

Nah nah jika tidak ada pesan error langsung saja masukkan perintah git push -u origin master. Coba cek di repo project yang kalian buat tadi jika ada file jawaban.txt maka kalian sudah bisa tidur dengan tengan.

Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat!

Thursday, November 2, 2017

Memperbaiki Masalah FPS yang terkunci pada Windows 10

View Article
locked  fps
Selamat malam semua, baru baru ini windows telah meluncurkan fall creator update dimana Microsoft telah menambahkan sejumlah fitur - fitur barunya. Namun dalam update kali ini terdapat banyak sekali keluhan tentang FPS yang terkunci pada 30 & 60 atau drop fps dan lain sejenisnya.

Mulai dari disable Xbox Game DVR, Setting Battery High Performance, Update driver, disable prefetch, engga ada satupun yang berhasil. Lepy admin sendiri untuk nge-game normalnya dapat 40-50 FPS keatas, setelah update di fall creator ini entah kenapa FPS terlock di 29-30.

Mungkin ada beberapa dari teman - teman yang memperbaikinya dengan cara rollback kembali ke build sebelumnya, tapi itu lumayan menyita waktu. Mungkin dengan trik simple ini akan terselesaikan tanpa harus rollback.

Dalam game apapun ubah settingan Fullscreen menjadi Windowed / Borderless Windowed.

Setelah itu FPS akan normal kembali, ini juga merupakan bug pada fall creator update ini, semoga saja Microsoft secepatnya memperbaikinya.

Tested : Windows 10 Pro Version 1709 OS Build 16299.19

Wednesday, October 25, 2017

Pengertian FDMA (Frequency Division Multiple Access) dan Cara Kerja FDMA

View Article
1. PENGERTIAN FDMA



FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan pada sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika satu pita frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik "satu pelanggan, satu jalan". 

Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka pelanggan lain tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau dalam waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi. 

Kalau setiap pita memerlukan lebar 30 Kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang digunakan berawal dari 890 Mega Hertz (MHz), maka:

Pita frekuensi kanal 1 mulai dari 890 MHz hingga 890,030 Mhz

Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz

Pita frekuensi kanal 3 mulai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHzdan seterusnya.

Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah:

100 x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3 MHz.

Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz, maka batas atasnya adalah 893 MHz.

Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk komunikasi bergerak dibatasi oleh peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi lain pasti digunakan untuk jatah keperluan yang lain pula. Sementara jatah frekuensi yang ada pun harus dibagi antarpenyelenggara telepon seluler. Karena itu, untuk memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang terbatas, digunakan trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyelenggara.

2. CARA KERJA FDMA


FDMA (Frequency Division Multiple Access) melakukan pembagian spectrum gelombang dalam beberapa kanal frekuensi. Setiap panggilan hubungan akan memperoleh kanal tersendiri. Metode FDMA paling tidak efisien dan umumnya digunakan pada jaringan analog seperti AMPS.

FDMA merupakan suatu teknik pengaksesan yang menggunakan frekkuensi sebagai media perantaranya. System ini digunakan BTS pada saat memancar/transmite dengan menggunakan frekuensi down link dan pada saat BTS menerima / receive dengan menggunakan frekuensi uplink. 

Penggunaan frekuensi downlink dan uplink diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling menggangu frekuensi yang lainnya. Jika frekuensi ini tidak tepat pengaturannya maka antara satu BTS dengan BTS yang lain frekuensinya akan saling menganggu (interference) yang akan berakibat dengan kualitas suara yang kurang baik, drop call (komuniksai tiba-tiba putus), sulit melakukan panggilan atau tidak bias melakukan panggilan sama sekali.

Base Tranceiver Station (BTS)

Mengandung transceiver radio yang menangani sebuah cell dan hubungan dengan mobile station dan jumlahnya lebih banyak.

Untuk memahami FDMA, bisa dianalogikan tentang station radio mengirimkan sinyalnya pada frekuensi yang berbeda pada kanal yang tersedia kepada tiap-tiap pengguna ponsel. FDMA digunakan sebagian besar untuk transmisi analog. Saat untuk membawa informasi digital, FDMA sudah tidak efesien lagi.

Dalam FDMA frekuensi dibagi menjadi beberapa kanal frekuensi yang lebih sempit. Tiap pengguna akan mendapatkan kanal frekuensi yang berbeda untuk berkomunikasi secara bersamaan. Pengalokasian frekuensi pada FDMA bersipat eksklusif karena kanal frekuensi yang telah digunakan oleh seorang pengguna tidak dapat digunakan oleh pengguna yang lain. 

Antar kanal dipisahkan dengan bidang frkuensi yang lebih sempit lagi (guard band) untuk menghindari interverens antar kanal yang berdekatan (adjacent channel) agar dalam system kerja FDMA ada beberapa criteria yang dilakukan :

  • menempatkan panggilan pada frekuensi yang berlainan (multiple carried frequency) bisa digunakan untuk system selular analog (AMPS)
  • FDMA akan membagi spectrum dalam kanal yang berbeda kemudian membagi bagian yang sama dalam sebuah bandwidth.
  • FDMA membagi bandwidth menjadi 124 buah frekuensi pembawa (carrier frequency) yang masing-masing menjadi daerah fekuensi daerah selebar 200 kHz. Satu atau lebih frekuensi pembawa dialamatkan pada masing-masing BTS (base transceiver Station) yang tersedia.
Dalam system yang menggunakan frekuensi devisiion multiplex access ini frekuensi yang digunakan adalah berbeda-beda dengan sistem time division multiplex access pada sistem tersebut frekuensi sinyal yang digunakan adalah sama untuk menghindari adanya interfrensi pada saat pentransmisian sinyal maka sistem ini mentransmisikan sinyal dengan pengaturan waktu yang berbeda-beda namun frekuensi yang digunakan adalah sama.

Sumber :
http://alamsyah-informatika.blogspot.co.id/2011/05/perbedaan-fdma-cdma-dan-tdma.html

Contact Form

Name

Email *

Message *